Thursday, October 7, 2010

Awas, Jangan Memangku Laptop

Tak sedikit orang yang terbiasa menggunakan pahanya sebagai pengganti meja untuk menaruh laptop. Meski praktis, waspadai gangguan kulit yang timbul akibat panas yang muncul dari komputer jinjing tersebut.

Meski rasa panas yang berasal dari mesin prosesor laptop tidak menyebabkan kulit terbakar, memangkunya bisa menyebabkan penggelapan warna kulit yang permanen atau disebut juga dengan istilah toasted skin syndrome. Meski jarang, kulit yang terpapar panas dari laptop juga bisa memicu kanker kulit.

Panas dari laptop bisa mencapai 50 derajat Celsius. Oleh karena itu, kita disarankan untuk tidak memangku laptop terlalu lama. Gangguan kulit merupakan salah satu dari 10 jenis dampak negatif penggunaan laptop bagi kesehatan yang dicatat para ahli.

Pada masa lalu, toasted skin syndrome biasanya diderita oleh para pekerja yang tugasnya berdekatan dengan sumber panas, seperti pekerja di pabrik roti atau pembuat kaca.

"Kulit yang gelap itu jika dilihat di bawah mikroskop mirip dengan kerusakan kulit akibat terlalu lama terpapar sinar matahari," kata dr Kimberley Salkey, profesor dermatologi dari Eastern Virginia Medical School, AS.

Laporan medis beberapa tahun lalu menunjukkan kasus seorang pria dengan temperatur di bagian skrotum atau buah zakarnya meningkat gara-gara terlalu sering memangku laptop. Dalam jangka panjang, hal ini akan menyebabkan produksi sel sperma berkurang sehingga menjadi infertil.

sumber : kaskus.us

Wednesday, October 6, 2010

Anime : Yosuga no Sora


Synopsis

The story is set in the distant mountain village of Okukozome-chou. Haruka Kazugano and his twin sister Sora have fond childhood memories of going to the village to visit their grandfather during their summer vacations. However, after losing their parents in an accident, the two must move in with their grandfather.
The twins get reacquainted with their old childhood friend Nao Yorihime, their new classmate Ryouhei Nakazato, the shrine maiden Akira Amatsume, and Akira’s friend Kazuha Migawa. All seems peaceful and familiar. However, beneath the surface is a secret promise that the twins made with each other long ago, the whereabouts of an important lost item, and the real reason they chose to come back here.

Downloads
[UTW-Ryuumaru] Yosuga no Sora – 01 [720p][E60353CB].mkv
Uploaded|Fileserve

[pwq]_Yosuga_no_Sora_-_01_[HD]_[0DAB73CC].mkv
ftp

Pengguna Internet Explorer Anjlok di Bawah 50 Persen

JAKARTA, KOMPAS.com — Bulan September 2010 ini, penguasaan pasar browser Internet Explorer (IE) secara global telah anjlok di bawah 50 persen untuk pertama kalinya. StatCounter Global Stats menemukan, pangsa pasar Microsoft IE anjlok menjadi 49,87 persen di bulan September, dan diikuti oleh Firefox sebesar 31,5 persen. Sementara itu, Chrome milik Google justru membukukan peningkatan market share yang cukup fantastis, meroket tiga kali lipat lebih besar dari 3,69 persen pada September 2009 menjadi 11,54 persen pada bulan September 2010.

"Ini adalah tonggak awal dalam perang internet browser," kata Aodhan Cullen, CEO StatCounter. Dua tahun lalu, imbuh Cullen, IE masih mendominasi pasar browser internet dengan penguasaan mencapai 67 persen.

Kesepakatan Microsoft dengan European Commission untuk memberikan pilihan bagi pengguna internet EU dan sejumlah pilihan browser sejak Maret lalu telah menggiring penguasaan pasar secara global IE di bawah 50 persen.

Di Eropa, pangsa pasar IE telah anjlok menjadi 40,26 persen pada bulan September 2010 dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 46,44 persen. Di Amerika Utara, IE masih mendominasi pasar dengan penguasaan di atas 50 persen, yaitu 52,3 persen, diikuti oleh Firefox sebesar 27,21 persen dan Chrome 9,87 persen.

Di Indonesia, IE tertinggal jauh dibandingkan Firefox yang menguasai pasar sebesar 78,65 persen pada bulan September 2010 ini. IE juga masih tertinggal oleh Chrome yang menguasai 9,91 persen. IE harus puas di peringkat ketiga dengan pangsa pasar sebesar 6,48 persen, meninggalkan Opera yang hanya menguasai 3,46 persen dan Safari sebesar 1 persen.

Satu tahun terakhir ini, browser yang terbilang stabil adalah Firefox. Bandingkan dengan Oktober 2009 lalu, Firefox menguasai 76,81 persen. Kestabilan yang lain juga terlihat pada Safari, yang pada Oktober 2009 lalu menguasai 1,05 persen.

Tren yang meningkat terlihat pada Chrome, yang pada Oktober 2009 lalu masih menguasai 3,05 persen. Sementara itu, nasib Opera tak berbeda jauh dengan IE yang sama-sama menyusut. Pada Oktober 2009, browser Opera menguasai pasar sebesar 6,1 persen dan IE 12,69 persen. (Kontan/Femi Adi Soempeno)

sumber : KOMPAS.com

Tak Perlu Alat Bantu, Yang Penting Niat

Berhenti merokok memang tak mudah. Ada yang mencoba berhenti sekaligus, ada juga yang mencoba mengurangi perlahan-lahan. Yang jelas, pendorong utama untuk berhenti merokok harus berasal dari keinginan sendiri.

Mulyadi Tedjapranata, Dokter Umum sekaligus Direktur Medizone Clinic Jakarta mengatakan, ada berbagai macam cara untuk berhenti merokok yang diizinkan oleh dunia kedokteran. Contoh terapi yang diizinkan adalah nicotine replacement theraphy (NRT), terapi akupuntur atau hipnoterapi.

NRT berguna untuk menghilangkan rasa ketergantungan perokok terhadap nikotin. Jadi, pengguna NRT tidak perlu merokok untuk memenuhi ketergantungan pada nikotin. Karena tidak menghisap rokok, Anda bisa terbebas dari 4.000 zat yang dianggap berbahaya dalam rokok.

NRT ini banyak macamnya, contohnya nicotine patch. Bentuknya seperti koyo yang ditempelkan di kulit selama 24 jam. Patch menghabiskan waktu setidaknya tiga jam untuk memasukkan nikotin ke pembuluh darah. Ini berbeda dengan rokok yang memasukkan nikotin langsung ke paru-paru lewat asap.

Pemakaian nicotine patch dapat mengurang beberapa gejala utama kecanduan rokok atau disebut dengan craving. Macam-macam craving seperti gugup, mudah marah, mengantuk, dan kurang konsentrasi.

Untuk jangka pendek, keinginan berhenti merokok bisa ditunda dengan mengkonsumsi produk nikotin lain seperti permen karet bernikotin, inhaler, nasal spray, dan subligual tablet (lozenges).

Mulyadi bilang, pasien yang ingin berhenti merokok juga bisa dibekali dengan obat antidepresan. Namun, obat-obatan ini hanya bisa dikonsumsi atas pengawasan dokter. Sekarang, ada terobosan terbaru yaitu varenicline tartrate.

"Ini obat untuk membantu mengurangi craving yang hebat yang terjadi karena seseorang berhenti merokok," kata Mulyadi.

Obat ini juga bisa menghilangkan rasa nikmat dari rokok. Terapi lainnya yang bisa dilakukan adalah akupuntur dan hipnoterapi. Kedua terapi tersebut dibolehkan oleh ilmu kedokteran.

Nah, terapi yang tidak dianjurkan adalah terapi dengan menggunakan alat yang hisap juga. Elisna Syahruddin, Dokter dari Divisi Onkologi Toraks Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia (FKUI) dan Rumah Sakit Persahabatan, mengatakan, saat ini ada bejibun tawaran terapi dengan alat yang menyerupai rokok.

Contohnya adalah rokok rokok elektrik (e-cigarette) dan rokok herbal. Rokok-rokok jenis baru ini dipromosikan bisa menggantikan rokok konvensional yang berbahaya sehingga perokok tetap dapat menikmati proses merokok.

Menurut Elisna, meskipun berbeda dengan rokok biasa, rokok elektrik ini tetap membawa efek bahaya. Memang dalam pelbagai promosi menyebutkan rokok elektrik ini memiliki kelebihan tidak mengeluarkan asap sehingga risiko penyakit karena asap rokok bisa berkurang.

Namun, jangan lupa risiko lain masih tetap ada karena rokok ini tetap berisi nikotin. "Malah, tingkat nikotinnya bisa lebih tinggi daripada rokok biasa," kata Elisna.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah memberikan peringatan sejak Agustus lalu bahwa rokok elektrik berbahaya karena mengandung nikotin yang dihisap langsung oleh tubuh. Selain itu, rokok jenis ini juga menyimpan zat kimia lain kemungkinan berbahaya bagi tubuh. Hingga saat ini, BPOM masih belum mau mengeluarkan izin bagi peredaran rokok elektrik ini.

Selain rokok elektrik, ada juga tawaran rokok herbal untuk sebagai terapi berhenti merokok. Rokok ini konon tidak memiliki zat adiktif dan zat kimia yang berbahaya.

Namun, Elisna juga tidak merekomendasikan rokok ini. "Meskipun promosinya tanpa nikotin, rokok herbal masih berisiko karena tetap ada asap," katanya.

Konsumsi Rokok di Asia Meningkat

Konsumsi rokok di kawasan Asia, yang sebagian besar negara berkembang, terus naik. Sekitar 60 persen dari konsumsi rokok global ada di kawasan Asia Pasifik. Di dunia diperkirakan terdapat sekitar 1,2 miliar perokok. Demikian terungkap pada hari kedua Asia Pacific Conference on Tobacco or Health atau APACT di Sydney, Australia, Rabu (6/10).
Pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Sydney, Prof Simon Chapman, mengatakan, ada mitos-mitos di sekitar konsumsi tembakau, di antaranya ancaman pada kesehatan yang dipandang sebelah mata.
Dia melihat hal ini sebagai ironi, mengingat sebagian negara di Asia Pasifik merupakan negara berkembang. Biaya kesehatan yang dikeluarkan akan membebani negara-negara tersebut.
Persoalan lain yang menghambat pengendalian tembakau ialah kekhawatiran akan dampak ekonomi yang terjadi apabila konsumsi tembakau dikurangi.
”Pengalaman di sejumlah negara yang melakukan pengendalian terhadap konsumsi rokok tidak demikian,” ujar Chapman. Uang yang tidak digunakan untuk konsumsi rokok ternyata dapat dibelikan komoditas lain yang juga akan menggerakkan perekonomian dan sektor lain.
Butuh waktu lama
Chapman menambahkan, butuh waktu lama untuk mengubah kebiasaan merokok. Australia, misalnya, perlu waktu sekitar 50 tahun untuk mengurangi prevalensi merokok dari 60-70 persen menjadi 16 persen tahun ini.
”Hanya sekitar 3 persen perokok dapat berhenti segera, tetapi lebih dari 90 persen butuh waktu cukup lama untuk melakukannya,” ujar Chapman.
Penasihat Kebijakan Senior Southeast Asia Tobacco Control Alliance Mary Assunta, PhD mengatakan, beberapa negara di Asia cukup serius berupaya mengendalikan tembakau dan telah menyadari pentingnya melindungi kesehatan masyarakat.
Di Asia Tenggara, prevalensi merokok terendah ialah Singapura dan Hongkong. Thailand berupaya mengendalikan melalui berbagai ketentuan terkait iklan, penjualan, dan ruang-ruang merokok. Namun, masih ada kendala di sejumlah negara, seperti penegakan hukum, pengendalian merokok yang setengah-setengah, dan pengawasan yang kurang.
Pada hari pertama terungkap, ada 40 negara menggunakan peringatan bergambar di permukaan kemasan rokok tentang bahaya merokok. Di Indonesia, peringatan bahaya merokok baru berupa teks berhuruf kecil.
Peringatan itu, antara lain, gambar kanker paru, kanker tenggorokan, kanker mulut, dan bayi prematur. ”Gambar yang paling ditakuti adalah gambar paru-paru yang terkena kanker. Gambar harus tetap variatif agar pesannya tidak dilupakan masyarakat,” ujar Chief Executive Officer Cancer Council Australia sekaligus Clinical Professor di Sydney Medical School Ian Olver.